Truk Bermasalah? Ini Cara Menghindarinya!

  • Whatsapp

Permasalahan pada truk di perjalanan, seringkali terjadi karena perawatan yang kurang maksimal. Alhasil, meskipun truk terbaru tapi perawatannya kurang, akan timbul masalah saat truk beroperasi. Tentunya hal ini dapat mengganggu kegiatan operasional dan menganggu budget Anda. Berikut permasalahan yang sering terjadi pada truk:

Read More

1. As Roda yang patah. Kelebihan muatan atau daya angkut yang melebihi kapasitas truk, menyebabkan patahnya as roda sehingga truk kehilangan keseimbangan dan terguling. Permasalahan ini dapat dihindari dengan memastikan kembali kapasitas truk sebelum Anda mengirimkan barang. Perawatan yang kurang pada bagian bawah truk dapat menyebabkan karat dan keropos sehingga tertutup kotoran yang mengendap. Kecepatan laju juga harus diperhatikan. Truk yang mengangkut muatan banyak tidak seharusnya memacu kecepatan yang tinggi karena akan menyebabkan kehilangan keseimbangan.

2. Rem blong. Angka kecelakaan karena rem blong pada truk cukup tinggi. Umumnya disebabkan oleh manusia itu sendiri. Selain itu, penggunaan suku cadang KW atau palsu juga menjadi kontribusi besar terjadinya rem blong. Penggunaan suka cadang palsu menyebabkan rem menjadi kebatu atau bagel. Sehingga truk tidak dapat mengerem dengan sempurna. Kurangnya minyak rem juga dapat menyebabkan rem blong jadi selalu pastikan minyak rem dalam keadaan penuh.

3. Terjadinya rib tear dan impact break. Truk, pada umumnya, mempunyai ban belakang ganda karena beban yang harus dibawa truk cukup berat. Karena penggunaan model ganda tersebut, ban bagian dalam seringkali luput dari perhatian pengemudi truk. Hanya ban posisi luar saja yang diperhatikan. Sementara itu, kondisi jalanan yang tidak merata menyebabkan beban berat yang harus ditahan oleh ban bagian dalam lebih berat dibanding posisi luar. Akibatnya, terjadilah rib tear atau telapak tercabik dan impact break atau benturan karena hantaman saat turun dari trotoar, batu dan lainnya. Untuk mencegah hal tersebut, Anda perlu memperhatikan medan yang akan dilalui oleh truk. Jika medannya halus dan kasar atau rusak, gunakanlah ban jenis On & Off the Road sehingga ban dapat beradaptasi dengan medan yang dilalui.

4. Kopling haus. Terlalu sering menginjak kopling dapat menyebabkan kopling cepat rusak karena bantalan rilis dan plat kopling lebih mudah haus. Pastikan kopling tidak terlalu sering diinjak, terutama pada saat kemacetan dan tanjakan. Kebiasaan menginjak setengah kopling juga dapat mempercepat kerusakan. Inilah yang menyebabkan kopling mengeluarkan bau menyengat. Untuk meminimalisir hal tersebut, hindari atau kurangi menginjak setengah kopling. Kebiasaan lain yang dapat memperparah kondisi kopling adalah penggunaan gigi transmisi yang tidak selaras dengan kecepatan truk. Oleh karenanya, pengemudi perlu memperhatikan posisi gigi transmisi saat mengoperasikan truk.

Pemilik dan pengemudi harus saling bekerja sama dalam merawat truk supaya dapat menghindari hal yang tidak diinginkan. Semoga ulasan ini menjawab permasalahan Anda!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *